Risih sih nggak, tapi biasanya tipikal fans seperti ini bisa membuat sebagian orang jengkel karena mereka ngaku-ngaku pengetahuan klub favoritnya tinggi, padahal sebenarnya minim, melihat pemainnya saja, menghina klub kesukaan kita, atau bahkan sok tahu. Umumnya, fans seperti ini menyukai suatu klub karena klub tersebut juara liga domestik (misalnya), atau kebetulan ada pemain yang ganteng. Masih belum lengkap? Ayo kita lanjut!
Apa sih maksudnya fans karbitan itu? Fans yang berprofesi sebagai tukang las? Bukan, kalau diartikan fans karbitan adalah fans pendatang baru, pemburu kemenangan, lengkapnya fans yang cuma mendukung sebuah tim di saat tim tersebut sedang on fire dan merasa paling hebat dengan itu.
Fans karbitan ini bukan selalu berarti buta sepak bola (terutama klub
dukungannya), tapi yang jelas mereka adalah tipikal yang mau enaknya saja, jadi fans hanya karena ingin eksis, terlihat gaul, atau mungkin gengsi. Mereka juga bukan pecinta
sepakbola biasa yang biasanya tidak menjadi fans suatu tim namun lebih
sepakbola itu sendiri.
Fans karbitan biasanya bersuara lebih keras saat sukses atau lolos namun paling
hening saat gagal atau tersingkir.
Ini pernah kejadian setahun yang lalu, saat itu ketika pertandingan antara Chelsea vs Barcelona di semifinal Liga Champions Eropa, sebagian fans memilih Chelsea, dan sebagiannya lagi memilih Barcelona. Saya nggak tahu mana fans yang karbitan, namun ketika Barca harus tersingkir, fansnya langsung hening seketika, namun anehnya ketika timnya bisa menang telak atas klub yang setara (misalnya AC Milan) mereka bersorak sangat keras. (Tapi nggak semua fans Barca karbitan loh )
Menonton tim kesayangan bukan hal penting.
Begitupun menonton, mungkin karena kesibukan dia tidak selalu bisa
menonton namun jika sudah dianggap tidak penting?
Mengaku fans lebih dari satu klub.
Mengaku fans lebih dari satu klub bisa saja terjadi dan sah saja selama itu
klub internasional dan di Liga yang berbeda, hanya saja fans sepakbola
umumnya punya "pandangan tersendiri" pada fans tipikal ini.
Memiliki jersey klub-klub besar.
Zaman sekarang, jersey sudah menjadi bagian dari fashion, lihat saja jersey-jersey untuk musim ini, motifnya sangat beragam, ada yang hanya satu warna, dua warna atau lebih, dan bahkan gambar atau corak. Sama halnya dengan tipikal fans ini, karena klub favoritnya atau karena "kebetulan" desainnya yang menurut mereka menarik tak lantas membuat mereka memiliki jerseynya. Memiliki jersey klub favoritnya saja, sudah mereka anggap sebagai fans berat. Hmm.... :O
Menyukai klub karena pemainnya tampan.
Menyukai klub karena pemain yang tampan sangat identik dengan cewek-cewek dan abg, tipikal seperti ini biasanya tidak melihat klub yang disukai karena performanya yang mumpuni, tetapi lebih mengarah kepada pemainnya yang tampan, misalnya Fabregas. Sejak kepindahannya ke Barcelona, langsung banyak fans-fans cewek yang begitu ngefans sama dia, padahal ketika dia masih di Arsenal, fansnya tak sebanyak itu. Mungkin itu bisa bertepatan dengan klubnya yang lagi bagus.
Pengetahuan sejarah klubnya minim.
Biasanya fans mengetahui sejarah-sejarah dasar sebuah klub seperti jumlah
gelar, stadion, logo, sponsor, tahun berdiri, pemain legendaris dan itu sudah cukup. (Kalo masih belum tahu tentang klubnya bisa dilihat di Wikipedia, situs aslinya, dan sumber lain)
Menyukai pemain bukan dilihat dari performanya, tapi dilihat dari wajahnya.
Agak janggal memang kalau menyukai pemain hanya dilihat dari wajahnya saja, bisa saja pemain tersebut memiliki performa yang masih standar (nggak semua kok). Itu bisa dilihat dari seberapa pengetahuan mereka tentang pemain tersebut.
Misalnya, ada si A dan si B. Mereka berdua sama-sama ngefans sama Joe Hart, si B ngefans sama Hart karena performanya, pasti di hatinya ia berkata: "Wah, bagus banget ya mainnya, coba kalo misalnya pindah ke Arsenal, pasti timnya bakalan jauh lebih bagus." Sementara si A ngefans sama Hart cuma karena si Hart ganteng, pasti dia berkata: "Wah, ganteng banget, coba aja kalau aku jadi pacarnya." Dari sini terlihat mana yang fans berat mana yang fans karbitan. (Banyak juga sih yang kaya gini)
Tidak mengakui catatan hebat tim lain.
Karbitan biasanya labil, cirinya dengan tidak mengakui catatan klub rival yang mungkin lebih baik. (bukan karena dia membenci rival tapi memang karena pengetahuannya
hanya sebatas klub yang dibelanya saja).
Mengaku menjadi fans bertahun-tahun lamanya.
Saat ditanya: "sudah berapa lama kamu menjadi fans Manchester City?" dia akan
menjawab: "...sejak 10 atau 15 tahun yang lalu!". Padahal umurnya masih
17 tahun. Enough.
Bangga dengan dirinya.
Selalu bangga akan dirinya adalah ciri karbitan. Kemungkinan besar hal ini
karena tidak ada hal yang bisa dibanggakan dari dirinya selain karena dia
mendukung klub yang membanggakan.
Oke, dari tanda-tanda di atas itu jika yang terpenuhi salah satunya saja belum
tentu dia karbitan, namun jika memenuhi lebih dari 50% (dalam versi saya)
maka orang itu kemungkinan besar fans karbitan. Semoga saja semua fans (termasuk saya) bisa lebih dewasa dalam menyukai suatu klub dan tetap menghargai satu sama lain. Respect!
No comments:
Post a Comment