Monday, June 18, 2012

Mobil Terkuat dari Jerman

Mercedes-Benz SL65 AMG
Stuttgart - Begini jadinya jika pabrikan mobil berulang tahun. Ya membuat mobil khusus. Rumah modifikasi Mercedes-Benz, AMG merilis 45 unit mobil khusus untuk memperingati 45 tahun ultah AMG.

Mobil itu adalah mobil edisi khusus Mercy SL65 AMG. Mobil ini digadang-gadang sebagai mobil paling kuat yang pernah diproduksi oleh pabrikan Jerman.

Masing-masing mobil diwarnai dengan designo magno graphite, sebuah warna abu-abu satin, dengan lapisan krom pada grille bagian depannya serta lampu LED siang hari yang terlihat kontras dengan warna matte.

Sementara bodinya menggunakan serat karbon, termasuk pada spion, dan spoiler.

Mesin twin-turbo V-12 bertenaga 630 hp ditutup oleh serat karbon. Sementara sisa pembakaran dibuang ke knalpot yang dilapisi krom berwarna hitam.

Kaki-kakinya dihiasi dengan pelek matte titanium dibalut ban berukuran 255/35R 19 inci. Sementara bagian belakang bannya menggunakan ukuran 285/30R 20 inci.

Di dalam mobil, desainnya menggunakan interior dua warna titanium grey peal/ginger beige yang memanjakan mata.

Sebagai identitas mobil, AMG menuliskan "45th ANNIVERSARY – 1 OF 45," di bagian dalam mobil.

Mobil ini akan diluncurkan pada September dengan perkiraan harga sekitar US$ 200.000. Cuma ada 45 unit saja!


Mercy SL65 AMG 45th Anniversary diperkuat oleh mesin twin-turbo V-12 bertenaga 630 hp dengan torsi 737 lb-ft pada 2.300-4.300 rpm. AMG mengklaim mobil ini bisa meraih kecepatan 100 km per jam dalam 4 detik dan memiliki kecepatan maksimum 250 km per jam.

Electronic Shifting, Futuristik, Canggih, dan Modern

Fitur DI2 dari Shimano, yang disematkan pada grupset Dura-Ace


Halo, selamat datang di blog saya! Saya akan memposting sebuah artikel pertama untuk blog ini. Kali ini saya akan menjelaskan tentang Electronic Shifting, sebenarnya konfigurasinya masih sama dengan shifting biasa, tetapi sama halnya dengan transmisi otomatis pada mobil karena cara bekerjanya sesuai dengan kecepatan yang ditempuh.

Sistem shifting elektronik memang terdengar tak biasa. Karena tidak menggunakan kawat berpilin atau bowden cable, maka sinyal-sinyal elektriklah yang menggerakkan perpindahan gigi tersebut.

Selain Shimano dengan DI2-nya, Campagnolo pun kini punya andalannya dengan sistem Electronic Power Shifting atau EPS. Diadopsi pada dua grupset teratasnya, Super Record dan Record, sepertinya Campagnolo seolah tak mau kalah dengan Shimano yang sekarang juga telah merilis Ultegra DI2.
Tentu, selain faktor "wah" tadi, sistem shifting elektronik memang memiliki keunggulan tersendiri dibanding sistem shifting mekanik. Beberapa diantaranya yaitu shifting yang tetap akurat bila tangan mulai lelah karena kaku karena dingin. Selain itu, performa shifting yang tidak terpengaruh oleh Bowden cable yang sudah melar atau terkontaminasi lumpur. Trimming, yang umumnya harus dilakukan untuk mencegah rantai bergesekan dengan sangkar FD ketika kombinasi gir sedang bersilangan, juga bisa dilakukan secara otomatis.
Sistem ini juga memungkinkan dua unit kontrol pada posisi yang berbeda. Hal yang sangat berguna untuk pembalap sepeda bidang Time Trial yang harus menempatkan tangannya di posisi yang aerodinamis.

Namun, kelemahannya akan terasa bila baterainya habis. Bila ini terjadi, posisi RD dan FD akan terkunci. Bayangkan saja, bila masih banyak tanjakan yang ditempuh sementara gir terkunci di chainring yang besar. Setidaknya masalah ini sudah coba diatasi oleh Campagnolo dengan fungsi manual override.

Malah, sistem shifting mekanik masih tergolong aman dari masalah manakala kita harus melakukan lompatan shifting yang besar (multiple shifting).

Pada DI2, untuk setiap shifting harus dipicu oleh satu kali penekanan tombol. Sementara pada EPS menekan tombol shift lebih lama dapat meneruskan pemindahan rantai ke chainring selanjutnya, tapi untuk itu rider harus mengadaptasi diri terlebih dahulu dengan waktu jeda yang pas.

Terbukti, dari mulai dipergunakannya sistem ini di luar tipe roadbike. Untuk kelas comfort, Shimano telah meluncurkan Alfine DI2 internal gear. Jelas, boomingnya sistem ini di berbagai jenis gearing mampu menjadi bukti bahwa sistem ini memiliki prospek yang cerah.